Batik kan harimu! - BATIK, tak kenal maka tak sayang

Hm, aku memang telah mengenal kata BATIK sejak kecil. Namun yang ada dibenakku bila mendengar kata BATIK kala itu adalah nama kain panjang yang sehari-hari dipakai oleh swargi simbahku, atau juga dipakai oleh ibu pada kesempatan-kesempatan resmi, eh…itu juga jenis pakaian wajibku pada Hari Kartini sejak SD - SMA!

Jarit / Sinjang / Kain Panjang Pasangan Kebaya

Jarit / Sinjang / Kain Panjang Pasangan Kebaya dalam warna & motif tradisional

Ya, saat itu aku hanya mengenal BATIK sebagai nama lain dari jarit (kain panjang) yg merupakan pasangan dari kebaya, dengan beragam motif namun dengan warna yg hampir senada : hitam, biru tua, coklat tua, coklat muda dan putih. Kesan resmi pada penggunaan (jarit) BATIK itulah yang sempat membuatku tak nyaman menggunakan BATIK sebagai busana sehari-hari.

Hehe…mungkin nasib baik lah yg kemudian mengantarkanku -yg tadinya tak mengenal batik sehingga enggan memakainya - untuk akhirnya bermukim di sebuah kota produsen BATIK, yaitu Pekalongan !

Sejak menjadi warga kota yang juga berslogan Bersih, Aman, Tertib, Indah dan Komunikatif , aku kian tertarik untuk mengenal lebih jauh tentang BATIK, khususnya BATIK PEKALONGAN.

Dilihat dari desain motif BATIK masing-masing daerah, BATIK PEKALONGAN memiliki karakter yg berbeda karena BATIK Pekalongan tak pernah terpaku dengan satu aturan / pakem tertentu. BATIK Pekalongan cenderung lebih bebas, antara lain nampak dari beragam corak & warna yang menjadi ciri khas BATIK Pekalongan, yang juga dikenal sebagai BATIK Pesisir.

Dalam perkembangannya warna BATIK pesisir Pekalongan ditengarai sebagai teknik pewarnaan BATIK yg pertama dalam sejarahnya. Karena teknik pewarnaan sebelumnya hanya terbatas dengan menggunakan warna alam dari tumbuh-tumbuhan misalnya Pohon Jambal (phelthoporum pterocarpa) untuk warna sogan.

Pada dasarnya perkembangan BATIK Pekalongan tak terlepas dari pengaruh budaya antara lain Belanda, Cina, Arab dan India.  Ini karena letak Pekalongan berada pada daerah pesisir yang berfungsi sebagai lintas jalur niaga para pendatang & pedagang.  Akulturasi budaya itu sangat mempengaruhi motif dan pewarnaan BATIK Pekalongan.  Pengaruh Belanda bisa dilihat dari corak / motif rangkaian bunga (buketan) yang dikenal dengan BATIK “Londo” dengan gambar yg realis. Pengaruh Cina terlihat pada penggunaan motif antara lain Naga, Burung Hong dan Kupu-kupu. Juga lukisan arak-arakan pengantin cina. Motif  ini dikenal dengan BATIK “Encim”.  Adapun budaya arab & India sangat berpengaruh pada BATIK motif “Jlamprang” yaitu motif khas Pekalongan yg banyak dibuat oleh keturunan Arab.

Batik motif flora

Motif flora nan ceria

Warna cerah & motif cantik....daya tarik tersendiri batik masa kini

Warna warni cerah & motif cantik….daya tarik tersendiri batik masa kini

Kegiatan perBATIKan di Pekalongan yang konon telah dimulai sejak abad 18 M ini masih bertahan hingga kini, meskipun tak pelak juga mengalami pasang surut usaha. Tahun 1980an inovasi BATIK terus berkembang, antara lain dengan ditemukannya BATIK sutera dengan berbagai keunggulan desain (antara lain dipelopori oleh Iwan Tirta) dan era 1980 - 1997 merupakan masa keemasan BATIK sutera Pekalongan.

Upaya-upaya untuk terus melestarikan BATIK sebagai nafas ekonomi masyarakat Kota Pekalongan telah dilakukan oleh Pemerintah Kota Pekalongan.  Antara lain dengan diresmikannya Museum Batik Nusantara pada th 2006 oleh Presiden SBY, diadakannya even Pekan Batik Internsional (PBI) sejak th 2007 ( dibuka oleh Wapres -kala itu- Yusuf Kalla ) dan berlanjut tiap tahun hingga kini.

PBI yang bertema penguatan BATIK sebagai warisan budaya bangsa dan pengembang industri kreatif ini diharapkan dapat menjadi batu loncatan sehingga BATIK tak hanya dikenal sebatas kain yg tidak bermakna, melainkan sebuah kain yang sarat akan nilai-nilai budaya yg terkandung dalam goresan motifnya yg mampu bercerita.

Selain itu telah diresmikan pula Kampung BATIK Kauman & Pesindon, dua kampung wisata BATIK dimana para wisatawan tak hanya dapat berbelanja BATIK saja, namun sekaligus dapat belajar sejarah maupun cara memBATIK.

Belajar Membatik ( Foto di pinjam dari Humas Pemkot Pekl)

Belajar Membatik - Upaya mengenalkan Batik sejak dini pada kanak-kanak ( Foto di pinjam dari Humas Pemkot Pekl)

Sesuai dengan perkembangan zaman terutama di era teknologi ini, maka diupayakan pula pemberdayaan masyarakat termasuk para pengusaha batik rumahan untuk meluaskan pasar melalui secara online.  Pelatihan-pelatihan telah dilakukan, yg terbaru adalah pelatihan E -Bussines pada akhir bulan ini di Kampus Politeknik PUSMANU Pekalongan yang diikuti oleh operator telecenter pemberdayaan masyarakat & perempuan dari kelurahan & kecamatan se Kota Pekalongan. Diharapkan melalui operasional telecenter yg ada di masing-masing kelurahan & kecamatan ini akan dapat diperluas pasaran produk unggulan masing-masing kelurahan & kecamatan, dan BATIK adalah salah satunya tentu !

Dalam bidang pendidikan, juga telah ada rencana untuk dibuka Program Studi (Prodi) BATIK pada Universitas Pekalongan, bertujuan untuk dapat menghasilkan sumberdaya manusia yg berkualitas di bidang perBATIKan : yang terampil memBATIK, mendesain, meramu warna serta mengolah limbah yg dihasilkan dari produksi BATIK ini.

Pengolahan limbah ini penting, karena sampai saat ini masih banyak usaha BATIK yg belum mengolah limbahnya dengan baik, hingga mencemari sungai disekitarnya, yg ditandai dengan warna air yang gelap pekat :(

Nah…itu lah selayang pandang tentang BATIK Pekalongan yg telah membuatku tak lagi enggan memakai BATIK.  Kini kutahu bahwa BATIK tak hanya dapat digunakan sebagai bawahan pasangan kebaya saja.  Untuk atasan, baik kemeja / hem bagi kaum pria maupun dibuat sebagai aneka blouse maupun blazer bagi kaum wanita, semua sangat menarik.  Apalagi warnanya pun semakin beragam, tak hanya ‘warna-warna tua’ namun warna-warna ceria tak mau kalah tampil dalam motif batik masa kini.   Bahkan saat ini penggunaan BATIK  juga sampai pada barang2 dekoratif / fungsional, misalnya korden, sarung bantal, mukena bahkan sajadah.  Sungguh beragam, ya… :)

Ada yang berminat? Ayoo… silahkan mampir ke kota kami. Insya Allah, Pasar Grosir Setono, Kampung BATIK dan keseluruhan Kota BATIK akan memberikan kenangan indah padamu ! Oya, Bagaimana kalau besok pagi? Tgl 3-5 Oktober ini akan dibuka even BATIK Fiesta yg di resmikan oleh Ibu Negara  lho..

Yuuk…jangan ketinggalan.. :P

***

Tulisan ini diikut sertakan pada kontes yg diselenggarakan Nia, Puteri dan Orin.


Jadilah orang pertama yang menyukai tulisan ini
Apakah anda menyukai tulisan ini ?


18 Responses to “Batik kan harimu! - BATIK, tak kenal maka tak sayang”

  1. bintangtimur Says:

      

    Saya juga penggemar batik, biarpun hampir semuanya berwarna coklat, tapi jenis kain ini membuat saya merasa ‘aman’ tampil di beragam acara ;)

    Hidup batik Indonesia!

    Dan asyiknya lagi, beragam batik dari berbagai daerah mempunyai motif yg beragam pula ya mbak….jadi ada buanyaaak pilihan, hehe…


  2.   

    Batik itu mirip lagu dangdhut atau nasi goreng
    Dinikmati pagi gayeng, dipakai siang hari enak, disantap malam hari juga syuuuur
    Jadikan batik bagian dari gaya hidup anda
    Semoga berjaya dalam kontes ini bersama saya
    Salam hangat dari Surabaya

    Wah..kerawuhan tamu agung ki… Setuju Pakdhe…. Yuk berbatik ria! Semoga sukses juga :) Salam tak kalah hangat dari Kota Batik…


  3.   

    Batik keIndahan yang rumit tapi tetap sedap dipandang…Bukan sekedar coretan dalam kain tapi ada makna yang terjalin

    begitulah….yuk dijaga bareng2…. :)


  4.   

    Aha! Banyak yang menulis topik ini karena ada kontes ya…
    Yang menarik, para blogger menulis dengan berbagai versi.

    Mechta, ngulonnya kapan?
    Alhamdulillah, saya juga mendapat kabar baik….kemarin baru ikut manasik kelima….Insya Allah, jika tak ada halangan sesuatu apapun, kami (saya dan suami) berangkat tanggal 24 Oktober 2011. Saling mendoakan ya, semoga sehat, kuat dan lanca,r baik dalam perjalanan maupun menjalankan ibadahnya.

    Alhamdulillah Bu….senang mendengar berita baik itu. Saya berangkat tgl 18 Okt nanti… Semoga kita semua mendapat kemudahan dariNYA dalam ibadah ini ya bu.. Aamiin…


  5.   

    Pakai baju batik itu merakyat banget mbak.. biarpun beli batik hrg 25 ribuan, masih tetap bisa tampil cantik, tak kalah dengan gaun yang mahal-mahal..

    Iya Yun….yang penting nyaman pasti kita pede pakainya…. selamat berhari batik :)


  6.   

    Wah… kampung batik ya… Seru keknya bila bisa belajar membatik nih :D

    Yuuk….mampir kesini kapan-kapan… :)


  7.   

    waduh mbak Mechta pakai batik juga hari ini ya…

    Selamat hari batik nasional

    sukses kontesnya mbak

    Selamat hari batik Akbar…. Oya saya seminggu minimal 3x pakai batik lho, hehe…. Ikut ngramein kontes batik aja kok….


  8.   

    mampir sebentar di Pekalongan itu sampai pusing saking banyaknya motif bati cantik … :P

    banyak pilihan kadang2 malah membingungkan ya mbak? hehe…


  9.   

    hihi…sumpah aku baru tau kalo kita sama2 dari pekalongan.
    aku gak pulang besok :d

    klo kamu asli Pekl & sedang merantau…maka aku sebaliknya, warga perantauan di Pekl :D


  10.   

    Batik memang membuat yang mengenakannya menjadi lebih Eiylekhan

    Salam saya Mechta

    Jadi…yg mo terlihat eiylekhan…pakailah batik! hehe… salam kembali Pak NH


  11.   

    wah ulasannya lengkap euy…

    kaya’ yg lagi ‘ngromet’ ya…haha….


  12.   

    Mbak Mechta makasih atas partisipasinya yachh…wah ternyata dari pekalongan yachh…boleh nech nitip beli utk dijual lagi hehehe…..

    hm…bisa diatur, Nia… ;)


  13.   

    aku suka batik yang jadul jadul….

    oya? klo aku semua suka…apalagi klo gratisan, hehe… thx sdh mampir ya…


  14.   

    batik pekalongan sudah sangat terkenal ya mbak mechta :D
    ternyata batik juga menjadi slogan pekalongan, hebat.
    makasih ya mechta udah ikutan batikkan harimu

    sama-sama Pu…yg penting bisa ikut ngramein dan….ada tema buat posting, hehe… so, trims juga udah ngadain kontes ini, hehe…


  15.   

    Dengan mengenakan batik, berarti sudah ikut melestarikan budaya bangsa Indonesia.
    antara lain….tapi bukan berarti yg tak pernah berbatik = tak berbudaya, bukan? hehe… trims sdh mampir ya..


  16.   

    kampung batik..
    mau donk kesana..

    monggo…monggo… :)


  17.   

    Coba kalo deket, Orin pgn ikutan si Batik Fiesta itu Auntie, seru keknya ya ngeborong batik di event itu *ngiler*

    Aku cuma berani lirik2 Riin…, muahaal bo’ haha….soale kebanyakana batik tulis…tapi lirik2 juga lumayan, batik dari beragam daerah cantik2 motifnya….


  18.   

    Saya kalau pakai batik sekarang serasa pede mba, apalagi sekarang modelnya banyak dan modis2 :)
    I Love Batik :D

    iya…pakai Batik tetep keren dalam kesempatan apa pun ya mbak… Love Batik to… :D.

Leave a Reply