Tiga Serangkai
“Jauhi tiga serangkai : Namimah, Ghibah serta Dhan…”
Jika mendengar kata-kata itu, jangan dulu berprasangka buruk bahwa itu adalah saran pemutus silaturahmi, ya.. Karena Namimah, Ghibah serta Dhan yg disebutkan di atas bukanlah nama-nama orang, namun sebutan untuk tindakan-tindakan tak terpuji alias tiga penyakit hati.
Namimah berarti gunjingan / menyebarkan fitnah tentang seseorang / sekelompok orang dengan maksud mengadu domba agar mereka saling bermusuhan. Dikatakan pada B bahwa si A menyatakan hal-hal buruk tentang B, sebaliknya dikatakan pada A bahwa si B mengatakan hal-hal jelek tentang si A. Kesemuanya dengan satu tujuan agar A & B saling bermusuhan.
“Dari Ibnu Mas’ud ra ia berkata, sesungguhnya Nabi Muhammad saw telah bersabda : Perhatikanlah! Kuberitahukan kepada kamu sekalian sesuatu yang sangat keji dan haram (’adh) yaitu namimah (gunjingan) yg meluas di masyarakat sehingga masyarakat menjadi kacau “. (HR. Muslim)
Ghibah adalah gunjingan yang menceritakan kejelekan seseorang di belakangnya, baik itu fakta maupun fitnah, dengan maksud hasud / dengki. Ghibah termasuk kejahatan lidah yang sangat merusak kehormatan seseorang, sebagaimana peringatan Allah “Dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yg lain. Sukakah diantara kamu memakan daging saudaranya sendiri yg sudah mati? Dan bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha penerima taubat dan Maha penyayang.” (Q.S. Al Hujurat : 12 )
Menyebarkan aib orang lain adalah tindakan yg sangat tak terpuji, seharusnya justru ditegur langsung kepada yg bersangkutan agar dapat diperbaiki. Barang siapa yang menutup aib sesama muslim niscaya Allah akan menutup aibnya di hari kiamat dan menjauhkannya dari api neraka.
Dhan adalah sangkaan / prasangka buruk bahwa orang lain melakukan suatu kesalahan meskipun dia sendiri belum 100% yakin akan kebenaran sangkaannya itu. Perbuatan ini termasuk perbuatan keji karena bila berita yang belum tentu benar ini tersebar, dan orang yang tidak tahu akan menganggap bahwa berita itu benar, maka hal itu akan sangat merugikan sang korban / tersangka.
Allah SWT telah mengingatkan hal ini dalam firmanNya : “Dan janganlah kalian mengikuti apa yg kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya, sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati semuanya akan diminta pertanggung-jawaban.” ( QS. Al-Israa :36 )
Jadi…benar-benar jauhi tiga serangkai itu ya…
***
Teman, ini catatan kecilku setelah membaca kembali Buku ” Muslimah Yg Kehilangan Harga Diri ” yg ditulis Abu Al-Ghifari dan diterbitkan oleh Mujahid Press (2003). Bukan bermaksud menggurui lho…, hanya sekedar pengingat bagi diri sendiri, syukur-syukur bila ada manfaatnya bagi teman lain

Februari 25th, 2012 at 14:13
Tiga hal itu memang sangat berbahaya Mechta …
Intinya … adu domba - bergunjing dan berprasangka buruk … seharusnya memang kita tinggalkan …
Semoga kita semua selalu ingat
terima kasih Mechta
jika tak hati2, kadang2 kita lakukan tanpa kita sadari ya pak… setuju, semoga kita selalu ingat untuk menghindarinya… Trimakasih kembali, Pak NH
Februari 25th, 2012 at 16:00
tiga serangkai yang bikin banyak musuh….ke laut aja
haha…betol mbak… gi dah jauh2 aja!
Februari 25th, 2012 at 17:17
makasih mba, ngingetin akan bahaya laten tiga serangkai itu.
dan sekarang 3 serangkai itu, sudah bukan diidentikan lagi pada kaum perempuan, laki2 pun juga banyak ngegosip… qkqkqkq
haha…iya, biasanya memang 3 serangkai ini lebih dikaitakan dengan kaum hawa…padahal kaum adam juga ada yg tak kalah rumpi bow !
ups…yg ginian masuk kriteria 3 itu ga ya? hehe…
Februari 26th, 2012 at 21:07
tiga serangkai maut.. yang hanya membawa kesengsaraan
hm….
Trims sdh mampir ya…
Februari 27th, 2012 at 15:42
trio serangkai yang sangat membahayakan, seperti trio macan… heheheheh
jadii…sama2 harus dihindari ya? hehe… Trims sdh mampir
Februari 27th, 2012 at 16:19
Ih amit-amit. Emang sebaiknya tiga sekawan ini dijauhi saya mbak Mechta, menghabiskan energi positif dan jelas merugikan diri sendiri. Masa kita mau sih merugikan diri sendiri..Ya enggak lah..
Tapi kadang masalahnya, seseorang yg mengidap satu atau tiga sekawan ini, jarang mengetahui bahwa mereka mengidapnya. Penyakit itu disadari paling kencang oleh orang lain..Hehehe..Penyakit aneh ya..
Jadi disinilah peran saling mengingatkan itu ya mbak Evi…namun bila salah2 cara mengingatkan, niat baik bisa di terima salah jadinya… hehe… Moga2 kita bisa menerima masukan positif dari orang lain ya…
Februari 27th, 2012 at 22:17
Trimakasih jeng Mechta telah berbagi pengingat yang penuh manfaat. Salam
Trimakasih kembali…apa kabar ibu? salam hangat dari kota batik
Februari 28th, 2012 at 17:31
Insya Allah saya akan berusaha keras buat menghilangkan 3 hal itu, Mechta…susah pastinya, karena kadang-kadang semua itu saya lakukan spontan dan saat nimbrung pembicaraan dengan orang lain…uh, uh…jadi manusia yang lebih baik itu memang tidak mudah ya!
itulah mbak…saya merasa tak mudah menghindarinya, karena adaaa saja ‘jebakan’ utk tahu2 terlibat didalam pembicaraan yg terkategori 3 hal itu… harus makin hati2 saya mbak…