Kulit Buah Manggis

Dalam tulisan yang ini disebutkan bahwa ternyata bagian dari buah manggis  (Garcinia mangostana) yang paling banyak mengandung xanthone ( senyawa yg menyebabkan manggis ini menjadi herbal anti oksidan ternama ) adalah kulitnya.  Itu pula sebabnya saat ini di pasaran banyak ditawarkan produk olahan KBM alias Kulit Buah Manggis ini, baik dalam bentuk jus maupun serbuk / bubuk .

Salah seorang teman dalam komentarnya pada tulisan itu juga menanyakan tentang bagaimana cara konsumsi KBM untuk penyakit darah tinggi yang diidap orang tuanya (ah…jadi ingat swargi bapak yang seda akibat penyakit ini pula, hiks…). Untuk menjawab pertanyaan itu maka saya berusaha mencari-cari informasi lebih lanjut khususnya mengenai Kulit Buah Mangis / KBM ini.  Sayangnya, setelah  berusaha mencari info sana sini, sementara ini saya harus meminta maaf pada teman tersebut karena belum berhasil mendapatkan info tentang itu :(

Namun dari kegiatan tanya sana sini itu saya malah berhasil mendapat info tentang cara pengolahan sederhana (skala rumah tangga) untuk KBM ini, sebagaimana yg saya tanyakan pada akhir tulisan itu.   Untuk mendapatkan khasiat buah manggis sebagai obat, bisa dengan cara dibuat Jus maupun diseduh bubuk / serbuk KBMnya.

Untuk membuat JUS KBM, menurut Lukas Tersono Adi (salah satu herbalis yang telah meresepkan kulit manggis sejak 11 tahun lalu) langkah-langkahnya adalah sebagai berikut :

1.  Ambil 1 buah manggis matang

2.  Kupas kulit bagian luarnya yang keras

3.  Potong-potong seluruh bagian ( kulit dalam yg lunak + daging buah + biji ) hingga menjadi kecil

4.  Masukkan potongan kecil kulit lunak, daging buah dan biji manggis itu ke dalam blender bersama 150 cc air

5.  Saring jus manggis yang dihasilkan

6.  Endapkan sekitar 5 menit, buang busa di permukaan dan hindari mengkonsumsi endapan

Lukas menyarankan untuk membuang / mengupas terlebih dahulu kulit luar manggis yang keras karena ia menduga pada kulit keras ini banyak mengandung tanin dan saponin kental, dimana saponin ini memiliki efek menyamak, sehingga konsumsi saponin dapat menutupi pori-pori sel usus dan dapat menyebabkan usus kejang serta memicu muntah hingga diare.  Selain itu, Lukas juga menyarankan untuk menggabungkan kulit (lunak) dengan buah & biji saat membuat jus karena dalam satu buah biasanya terdapat penawar dari efek samping.

Cara lain membuat Jus  KBM ini adalah dengan mengukusnya, hal ini dinyatakan oleh Asep W Permana ( periset di Balai  Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Bogor ). Caranya adalah sbb :  Rendam potongan kulit manggis dengan air selama 1 jam, cuci bersih dan kukus selama 3-5 menit.  Tujuan pengukusan ini adalah untuk menghilangkan getah yang terkandung di dalamnya.  Setelah dikukus barulah kulit diblender dan diendapkan sebelum dikonsumsi.

Atau bisa juga KBM ini diseduh dengan air yang baru mendidih, mirip membuat teh / kopi.  Namun berdasarkan penelitian Rosita Melannisa MSi.Apt dari Fak Farmasi UMS, senyawa xanthone ini tidak dapat terekstrak sempurna dengan pelarut air.

Alternatif pengolahan lain adalah dalam bentuk serbuk dan konsumsi beserta ampas.  Alternatif ini dikemukakan oleh Prof. Dr. Elin Yulinah Sukandar Apt ( ahli farmakologi dari Sekolah Farmasi ITB ).  Jika herbalis yg disebutkan sebelumnya menyarankan untuk menghindari mengkonsumsi endapan, ahli farmakologi ini justru menyarankan untuk mengkonsumsi juga ampasnya.  Alasannya jika kulit direbus maka hanya senyawa larut air yang dapat diekstrak.  Sedangkan bila dikonsumsi beserta ampasnya maka senyawa yg larut dalam lemak pun dapat terserap oleh tubuh.

Cara pembuatan serbuk KBM sebagaimana yg dituturkan Prof. Elin adalah sbb :

1.  Potong kulit manggis dengan cacahan ukuran sekitar 4 cm.

2.  Jemur cacahan KBM itu selama 2-3 hari hingga kering.

3.  Hancurkan kulit kering dengan gilingan cabai hingga menjadi serbuk / bubuk

4.  Untuk dikonsumsi, seduh 20 gr serbuk dengan 240 ml air matang, konsumsi dengan ampasnya.

Upaya penjemuran hingga kering ini, selain agar dapat awet / tahan lama juga dapat menghilangkan cairan & getah pada KBM yang menyebabkan rasa pahit.

Nah itulah beberapa cara mengolah KBM untuk dikonsumsi sebagai obat.  Bila ingin praktis, di pasaran sudah banyak tersedia Jus KBM jadi, bubuk KBM instan, ekstraksi dalam kapsul, dll.

Uraian diatas saya peroleh dari artikel di Majalah Trubus Edisi 503 ( Oktober 2011), jika ingin tahu lebih lengkap mengenai manggis ( atau KBMnya ) sebagai obat silahkan membaca langsung artikel-artikel di edisi 503 & 504 ini.

Oya, bagaimana dengan dosisnya? Hm, menurut saya itu adalah hal yang sangat penting untuk diketahui.  Bila berkaitan dengan dosis obat2 kimiawi kita sebaiknya bertanya pada dokter sebagai ahlinya, maka untuk obat2 herbal semacam ini tentu lebih baik bila kita mengkonsumsi dengan pengawasan dari herbalis.  Bagaimanapun, setiap obat ada efek sampingnya, bukan?

Jadi…jangan gegabah ya… :)


Jadilah orang pertama yang menyukai tulisan ini
Apakah anda menyukai tulisan ini ?


10 Responses to “Kulit Buah Manggis”


  1.   

    saya pernah baca juga mengenai khasiat manggis nih… coba saya ingat ingat dimana ya…

    kaya’nya banyak deh, baik di media cetak maupun di dumay ini ;)

  2. nicamperenique Says:

      

    pengen bli yg udah jadi aja deh :D
    gak telaten tuh mba klo ngolahnya hehehe

    wis, persis karo aku….ra tlaten blas! ;)


  3.   

    Menambah alternatif ya jeng, sungguh alam diciptakan tuk menyediakan keperluan umat Sang Pencipta. Sekedar menambah info di postingan ini http://rynari.wordpress.com/2011/11/08/pesona-si-hitam-manis-kulit-buah-manggis-vs-sirosis/

    Betul ibu, ada alternatif lain utk obat2an, namun tetap harus didampingi ahlinya ya bu, kan tetap ada dosis tepatnya ya… Terima kasih link-nya, sudah ke TKP :)


  4.   

    Gara-gara membaca kulit buah manggis mengandung anti kanker, saya tuh kalau makan buah manggis suka mencolek kulit dalamnya yang lembut Mbak, terus memahnya bersama buah, biar gak begitu aneh rasanya. Tidak tahu apakah tindakan ini dibolehkan..:)

    dan..rasanya gimana, mbak ? agak-agak sepet ya… saya malah blom berani nyoba :)


  5.   

    wah pas banget sekarang lagi musim manggis.. tidak ada salahnya dicoba..
    makasih infonya ya..
    kunjungan pertama nih.. :)

    trima kasih juga sudah mampir disini ya… tunggu kunjungan balik ku :)


  6.   

    Oh? pantesan kulit manggis tebel bgt ya Auntie, ternyata khasiatnya menakjubkan.

    berdasarkan beberapa referensi itu, jangan sampai katutan kulit luarnya Rin…


  7.   

    Kebetulan sekarang lagi musim buah manggis, kayaknya option membuat serbuk bisa jadi pilihan ya, sebab awet kalo serbuk

    betul mbak…hanya untuk dosis tepatnya perlu ada kepastian ya…


  8.   

    Trima kasih informasinya Mechta, selama ini kalo makan manggis cuma daging buahnya aja, ealah…ternyata kulitnya juga bermanfaat ya!

    konon, demikianlah adanya mbak.. :)


  9.   

    membaca postingan ini membuatku semakin tahu sebenarnya betapa kayanya bangsa ini dengan berbagai jenis obat-obatan tanpa harus mengandalkan produk impor

    hm..tapi tetep harus dengan rekomendasi / pendampingan dari ahlinya ya mas… :)


  10.   

    Info menarik Mechta, buat teman-teman yang punya penyakit darah tinggi. Termasuk suamiku.

    hanya saja perlu dilengkapi dengan info detail dosisnya ya bu…moga2 nanti saya dapat info lagi yg melengkapi utk bisa saya bagi disini…

Leave a Reply