Mengejar Matahari

20 Apr 2012

Bagaimana perasaanmu bila dirimu -yg hampir sepanjang kariermu bekerja keras agar dapat menikmati masa pensiun yg menyenangkan dengan keluarga tercinta- ternyata pada puncak karier justru menerima vonis dokter bahwa hidupmu tinggal beberapa bulan lagi?

Saya begitu diberkahi.”

Saya diberi tahu kalau hidup saya tinggal tiga bulan lagi.”

Itu adalah dua kalimat yg mungkin bagi banyak orang sangat bertolak belakang dan tidak mungkin menjadi kalimat yg saling berhubungan. Namun ternyata, ada seseorang yg benar menyatakan dua kalimat itu secara berhubungan.

Orang itu adalah Eugene O’kelly, seorang CEO suatu firma akuntansi besar di Amerika yang diusianya ke 53 tahun menerima vonis bahwa dirinya menderita kanker otak -glioblastoma multiforme- stadium akhir. Ia bahkan menulis memoar tentang perjuangan akhirnya. MENGEJAR MATAHARI adalah (terjemahan) buku memoar itu.

Mengapa dia sampai bisa menyatakan bahwa pemberitahuan tentang batas akhir hidupnya itu sebagai salah satu karunia baginya?

Sebelumnya dia telah menanyakan 2 pertanyaan pada diri sendiri sehubungan dengan kondisi yg harus di terimanya itu : (1) Haruskah akhir kehidupan menjadi pengalaman terburuk? dan (2) Mungkinkah mengubahnya sebagai sebuah pengalaman yg konstruktif - atau bahkan sebagai sebuah karunia hidup terbaik?

Tidak dan Ya. Itulah jawabannya atas 2 pertanyaan itu, secara berurutan. Beberapa orang tidak pernah / tidak punya kesempatan untuk menggunakan kesempatan terakhir kehidupan mereka di dunia dengan sebaik-baiknya. Dia merasa pemberitahuan akan batas usia yg dimilikinya memberinya kesempatan untuk bisa sebaik-baiknya mempersiapkan diri dan keluarganya, menghadapi saat terakhir itu, itu sebabnya ia merasa bahwa vonis itu adalah karunia baginya.

Awalnya memang ada fase penyangkalan atas penyakit yg dideritanya -yg sama sekali tak menunjukkan gejala berupa rasa sakit sedikitpun- sehingga ia sempat tidak percaya atas vonis itu. Namun bukti2 medis menunjukkan kenyataan yg menyakitkan itu : tiga tumor seukuran bola golf tumbuh di otaknya, 1 di korteks frontal (yg mengendalikan emosi & pengambilan keputusan), 1 di korteks motorik tengah dan 1 lagi di korteks visual belakang!

Monster ganas bernama indah Glioblastoma multiforme atau disebut juga astrositoma ini adalah tumor otak primer paling umum dan agresif. Sangat ganas, menyebar luas di otak, dan terkadang tumbuh besar sekali sebelum mulai muncul gejala yang mencakup sakit kepala, serangan tiba-tiba, masalah penglihatan, kesulitan dalam mengendalikan gerak badan, masalah kognitif, masalah ingatan dan akhirnya perubahan kepribadian. Penyebabnya masih belum diketahui.

Mengetahui peluang ‘kemenangannya’ atas penyakit itu, ia akhirnya memutuskan untuk memfokuskan diri pada mempersiapkan akhir hidupnya, dibanding berjuang melawan penyakitnya. Dengan caranya sendiri ia berjuang meraih kemenangan dari penyakitnya yaitu dengan tidak membiarkan penyakit itu membuatnya mati tanpa persiapan!

Setelah membuat keputusan penting itu, ia pun menetapkan langkah-langkah yg akan ditempuhnya dalam masa persiapan saat akhir hidupnya : Membereskan segala urusan hukum & keuangan; “Melepaskan” semua hubungan; Mempermudah; Hidup untuk saat ini; Menciptakan (dan menikmati) momen-momen sempurna terakhir dalam hidupnya; Memulai transisi ke kondisi berikutnya dan Mulai merencanakan pemakaman.

Kesemuanya bukan hal mudah untuk dilakukan. Penuturannya sepanjang 272 halaman dalam buku ini, menegaskan akan hal itu. Pondasi spiritual dan kepribadiannya yg terbiasa pada disiplin & kerja keras sangat membantu dalam proses itu, namun terutama dukungan besar dari keluarganya lah yg pada akhirnya menjadi kunci sukses perjuangannya.

“…Bersama-sama, selama sekian puluh tahun, kami mengejar matahari. Dan sekarang, sebagai satu tim, kami akan mengejarnya untuk yg terakhir kali. Hanya saja, ketika matahari menghilang kali ini, maka bukan hanya satu hari yang indah diantara banyak hari indah lainnya yang akan menghilang, tapi hilang pula kehidupan bersama keluarga kami yg indah ..”

Itulah salah satu kutipan dari Buku MENGEJAR MATAHARI, memoar Eugene O’kelly -seorang penderita kanker otak- yang diterjemahkan oleh Miftahul Jannah, Diterbitkan oleh Penerbit Think - Jogjakarta ( 2010 ) dan di distribusikan oleh DIVA Press.

Buku O'kelly

Bagiku, membaca ini menerbitkan suatu perenungan…


TAGS


-

Author

Search

Recent Post