Ujian hidup

1 Jun 2012

“Ujian hidup adalah salah satu wujud kasih sayang-NYA pada kita, hamba-hamba-NYA.” Itu adalah sebuah pernyataan yg ada pada salah satu buku yang pernah kubaca *maaf aku lupa di buku apa tepatnya*…

Dan ujian hidup masing-masing kita berbeda-beda, atau bisa kita katakan bahwa tiap kita mempunyai medan pertempuran kita masing-masing. Nah, kali ini aku menulis tentang dua orang rekan kami yang saat ini sedang menjalani ujiannya masing-masing.

Yang pertama adalah Pak SA & keluarganya. Pak SA adalah seorang rekan baru yang -tadinya- sedang menjalani ujian hidup sebagai insan pasca stroke. Saat ini masa ujiannya memang telah usai, dengan kepulangannya menghadap Sang Pencipta pada hari Sabtu yang lalu. Semoga dia mendapat kedamaian di sisiNYA.

Namun bagi keluarganya, ujian hidup (mungkin) masih jauh dari kata selesai. Semoga Allah SWT senantiasa memberi kesabaran & kekuatan bagi istrinya -yang saat ini sedang menanti kelahiran anak ke-4 mereka- dan juga bagi ketiga putra-putrinya yang masih usia TK - SD, dalam menjalani ujian hidup mereka ini.

Yang kedua adalah Dik KN, gadis manis yg juga salah satu yunior di kantor kami. Pekan ini sebenarnya dia sedang mempersiapkan acara pernikahannya yg akan dilangsungkan pada tgl 8-9 Juni nanti. Tapi ternyata tadi siang dia menerima surat tugas untuk mengikuti suatu pelatihan wajib di luar kota -yang merupakan syarat utama dalam penjenjangan karirnya- sejak tanggal 4 - 25 Juni nanti.

Dia tidak mungkin menunda rencana pernikahannya, namun juga tidak bisa menunda kesertaannya dalam pelatihan yg tidak diselenggarakan setiap tahun itu. Upaya maksimal yg dapat ditempuhnya adalah mengajukan dispensasi / izin selama 2 hari dari masa pelatihan tersebut untuk melaksanakan akad & resepsi pernikahannya. Semoga saja dia dan calon suaminya juga dapat sabar dalam menghadapi ujian di awal kehidupan rumah tangga mereka ini.

Dua ujian yang kugambarkan di atas memang berbeda dan tidak bisa diperbandingkan satu sama lain. Demikian pula, saat ini mungkin juga sedang menjalani ujian kita masing-masing. Masing-masing kita mungkin merasa bahwa ujiannyalah yang lebih berat bila dibanding dengan yang lain, namun sesungguhnya kita tak perlu membanding-bandingkannya.

Kita hanya perlu menerima dan menjalaninya, dengan sebaik-baiknya. Dengan sabar dan tawakal pada-NYA, InsyaAllah kita akan mampu menyelesaikan ujian hidup kita masing-masing. Diriwayatkan dari Ibnu Mas’ud r.a, bahwa Rasulullah SAW bersabda yang artinya : ” ada tiga hal yang barangsiapa dikaruniai ketiganya, maka ia benar-benar dikaruniai kebaikan dunia dan akhira (ketiga hal itu adalah): rida dengan qadha’, sabar terhadap musibah dan berdoa di waktu senang.”

Semoga kita termasuk dalam golongan umat-NYA yang mendapat keberkahan tersebut. Aamiin…


TAGS


-

Author

Search

Recent Post