[Prompt #56] Hujan tangis

4 Jul 2014

Malam senyap. Dinda tergolek resah, pandangannya terpaku pada kalender di dinding. Banyak angka bersilang merah di sana.

Tanpa harus menghitung kembali, ia tahu betul jumlah angka bersilang merah itu : 28. Ia teringat percakapan dengan kekasihnya 28 hari lalu.

“Din, kok mbesengut begitu sih. Aku ingin mengenang wajah manismu, bukan cemberutmu..” goda Adi.

“Mas kan tahu, aku nggak senang dengan kepulangan Mas ini…”

“Iya, Sayang… Tapi, Mas harus pulang kali ini. Bapak mengabarkan bahwa Ibu sakit. Kau baca sendiri sms dari Bapak kemarin, bukan?”

“Tapi Mas, apa ibu memang benar-benar sakit? Jangan-jangan itu hanya taktik agar Mas mau pulang, menemui calon yang pernah mereka sebut-sebut itu..”

“Hus…, jangan berprasangka buruk! Sejak tahun lalu, kondisi ibu memang kurang bagus, Din. Aku yakin ini tak ada hubungannya dengan perjodohan apapun.”

Itu komunikasi terakhir mereka. Sejak saat itu, Dinda tak dapat menghubungi Adi, baik melalui sms maupun telepon.

Suara penanda SMS dari HPnya membuyarkan lamunan Dinda. Ogah-ogahan diraihnya HP mungil itu dari ujung meja, namun ketika melihat nama yang tertera di sana, iapun bergegas membuka dan membaca pesan itu.

Selamat Malam, Dinda. Dinda baik-baik saja, bukan? Maaf, Mas baru bisa memberi kabar sekarang. Dinda, dengan berat hati Mas sampaikan bahwa apa yang Dinda khawatirkan ternyata terjadi. Mas tak dapat menolak perjodohan yang telah diatur orang tua Mas, sehingga Mas terpaksa harus meninggalkan Dinda. Sekali lagi, Mas mohon maaf… Selamat tinggal, Dinda….

Blarrr!!

Petir seolah tiba-tiba menyambar dan membuyarkan impian indah Dinda. Lalu air matanya pun mengalir, menandai akhir penantiannya terhadap Adi.

Di sebuah rumah sakit, air mata juga mengaliri pipi seorang pemuda yang duduk di kursi roda sambil mendiktekan kata-kata dalam sms itu.

“Buang nomornya, Bu..,” lanjutnya kemudian.

“Kau yakin, Nak?”

“Ya Bu… Dinda pantas mendapatkan imam yang jauh lebih baik dariku,” sahut Adi lirih.

Ibunya pun menangis memeluk putranya yang buta dan lumpuh akibat kecelakaan 27 hari lalu.


TAGS MFF Monday FlashFiction FlashFiction


-

Author

Search

Recent Post