A Self Reflection : Jenang Pelem di Beranda Mechta

3 Dec 2014

0c6cc714b5f1756b33812c182a129d6a_logo1
JENANG PELEM adalah judul salah satu postingan di Beranda Mechta yang akan menjadi obyek perhatianku pada acara ‘tengok-tengok blog sendiri’ kali ini.

Postingan bertanggal 8 Pebruari 2014 yang kutulis sepulangku dari kunjungan ke rumah kakak di Jogja dan terdiri dari 180 kata ini termasuk tulisan yang tak butuh waktu lama untuk menulisnya. Adapun yang membuat tulisan ini berkesan bagiku antara lain karena :

  1. Menggunakan Bahasa Jawa. Mengingat bahasa Jawa adalah bahasa keseharian kami namun rasanya semakin terbatas hanya digunakan sebagai alat komunikasi lisan saja, aku merasa wajib terus memelihara bahasa ini, minimal dengan sesekali menggunakannya dalam penulisan di Blog-blog ku.
  2. Menceritakan tentang salah satu kreasi ibuku. Ibu sering sekali menjadi sumber inspirasi bagiku. Dalam kesehariannya, adaaa.. saja ucapan atau tindakan beliau yang mengajarkan hal-hal penting bagi kami, meskipun itu disampaikannya secara santai / sambil lalu saja. Menuliskannya kembali merupakan salah satu caraku untuk mencatat pelajaran yang kami petik dari perkataan / tindakan beliau.
  3. Alternatif pengolahan mangga. Mangga adalah buah yang mudah kita jumpai. Kalaupun tidak mempunyai pohonnya, maka buah ini pun mudah ditemukan di pasar, apalagi saat musimnya seperti sekarang ini. Selama ini mangga biasanya dikonsumsi secara segar. Pengolahannya -setidaknya di keluarga kami- pun biasanya terbatas dijus atau dibuat setup mangga. Nah, melalui tulisan ini aku ingin berbagi alternatif pengolahan lain yaitu dibuat JENANG / DODOL, lengkap dengan cara membuatnya.

Itulah beberapa alasan yang membuatku memilih tulisan ini sebagai salah satu tulisan berkesan bagiku di tahun 2014 ini.

Tapi setelah kulihat-lihat lagi, masih ada kelemahan dari tulisan itu. Minimal ada 2 kelemahan yang kutemukan, yaitu :

  • Tidak menyertakan terjemahan dalam bahasa Indonesia. Ya, meskipun tujuan utamaku menggunakan bahasa Jawa adalah untuk nguri-uri basa Jawa, namun tulisan ini mungkin dibaca pula oleh pengunjung blog dari beragam suku bangsa. Bila tak mengerti tentang apa yang dibacanya, maka salah satu maksud penulisan yaitu berbagi alternatif pengolahan mangga menjadi tak tercapai, bukan ?
  • Kurang rapi dalam penulisan. Terutama dalam penulisan urutan cara-cara pembuatan Jenang / Dodol mangga itu, kurang rapi / berantakan sehingga mengurangi kenyamanan membaca.

Nah, itu 2 kelemahan yang kutemukan, mungkin teman melihat kelemahan lain? Silahkan bagi di komen yaa… :)

Setidaknya 2 hal itu akan menjadi catatan tersendiri bagiku dalam membuat postingan selanjutnya. Menempatkan diri sebagai pembaca mungkin akan membantuku memperbaiki hal-hal yang kurang dalam menulis dan insya Allah akan menghasilkan tulisan yang lebih bermanfaat & lebih nyaman dibaca.

Oya, terima kasih kepada Oom NH dengan ide briliannya yang telah mengadakan lomba ini, sehingga mendorong kita untuk terus belajar, bahkan dari kekurangan / kesalahan yang kita buat sendiri… Sukses lombanya ya Oom.. :)


.
Postingan ini untuk meramaikan lomba tengok-tengok blog sendiri berhadiah, yang diselenggarakan oleh blog The Ordinary Trainer


TAGS Reflection Mangga Pelem Jenang Pelem Dodol Mangga


-

Author

Search

Recent Post